Saturday, October 24, 2009

Siapa Yang Diselamatkan?


Matius 7:13-23 adalah sebagian pengajaran Yesus yang disampaikan kepada murid-murid-Nya serta pendengar lain di atas bukit Di situ Ia menyampaikan ajaran-ajaran yang sangat mengherankan banyak orang karena menjadikan pikiran dan kepercayaan mereka buyar mengenai siapa yang akan diterima di sorga. Kebanyakan pendengar adalah orang Yahudi yang dahulu percaya bahwa semua mereka akan diterima dalam kerajaan Allah karena hubungan agama, darah, dan suku. Banyak orang di daerah Kristen mempunyai pikiran yang sama dengan orang Yahudi dulu, karena dibesarkan di di daerah Kristen dan keluarga Kristen mereka merasa bahwa pasti mereka akan diterima di sorga. Mari kita perhatikan beberapa kebenaran yang diuangkapkan Yesus dalam bagian ini, lalu memeriksa pengalaman pribadi kita sesuai dengan kebenarannya.

ð  Apakah Kepercayaan Orang Yahudi Yang Mirip Dengan Kepercayaan Kebanyakan Orang Masa Kini?
1.    Banyak orang tidak selamat
Dalam ayat 13-14, Yesus melukiskan bahwa jauh lebih mudah mengikuti jalan dalam kehendak sendiri dan memberi hanyut dalam pengaruh dunia ini dari pada mengikuti jalan keselamatan yang ditentukan oleh Dia. Pintu yang lebar menggambarkan suatu kehidupan yang selalu menyenangkan diri sendiri. Lebarnya pintu itu dapat melukiskan bahwa jauh lebih banyak orang yang sedang menggunakan pintu itu dari pada pintu yang sesak, seolah-olah pintu lebar tidak memberi batas apapun, bahkan tak ada akibat karena dosa. Untuk masuk pintu yang lebar dapatlah dikatakan boleh seenaknya saja. Tidak ada komitmen atau syarat-syarat tertentu sebagai tuntutan. Jalan ini selalu ramai dan bisa bertemu banyak teman yang seperasaan, senasib, dan sama tujuan. Masalahnya, jalan ini sangat mengerikan dan menuntun kepada kehancuran – Galatia 6:8; I Tesalonika 4:8
Pintu atau jalan yang sesak adalah Yesus sendiri. Karena Ia merupakan satu-satunya jalan keselamatan – Yohanes 14:6. Jalan sesak mengharuskan perhatian untuk masuk. Saudara dan saya kalau mau mengikut Yesus di jalan yang sesak harus berpikir secara serius tentang komitmen yang dituntut Yesus. Perjalanan lewat jalan sesak mengaharuskan kerelaan untuk berjalan walau sendiri. Dua orang tidak bisa masuk sekaligus. Anda sendiri harus memilih jalan keselamatan yang sempit, yaitu Yesus. Jalan yang sesak tidak dihias seperti jalan duniawi yang memiliki banyak daya tarik kepada kemauan manusia. Jalan sesak adalah jalan yang benar-benar menuntun kepada keselamatan. Dengan memperoleh keselamatan melalui Yesus, kita juga memperoleh sukacita dan damai sejahtera serta hidup yang kekal.
ð  Mengapa Lebih Banyak Orang Yang Memilih Untuk Tidak Selamat?
ð  Siapakah Yang Menyediakan Jalan Keselamatan Itu Dan Bagaimana Melewatinya?
2.    Banyak orang merasa bahwa mereka sudah selamat, tetapi sebenarnya belum demikian.
Dalam ayat 21-22 dicatat beberapa kegiatan dan sikap yang biasanya dipandang sebagai tanda seorang beragama yang dianggap selamat. Yesus dengan terus terang berkata bahwa kegiatan-kegiatan dan sikap-sikap itu tidak menjamin bahwa seseorang akan diterima di surga. Perkataan ini dari Yesus dan pasti menggoncangkan pemikiran orang Yahudi, karena mereka bergantung pada hubungan darah dan suku, serta perbuatan-perbuatan mereka untuk membawa mereka ke surga. Tetapi Yesus berkata bahwa seseorang bisa saj memanggil Tuhan, mengusir setan dan melakukan mujizat. Tetapi tanpa dikenal oleh Yesus sendiri, orang itu tidak masuk dalam kerajaan-Nya.
Masa kini, seseorang dapat masuk gereja ribuan kali, menyanyi, memimpin acara, memberi persembahan, dan mendoakan orang sakit, sekalipun ia sendiri belum selamat. Yesus menjelaskan bahwa ada banyak orang beragama yang menipu diri sendiri karena mereka bergantung pada kelakuan dan kegiatannnya yang baik untuk menyelamatkan dirinya.
ð  Apa Pendapat Kebanyakan Orang Tentang Tanda Seseorang Yang Diselamatkan?
ð  Apa Kata Alkitab tentang keselamatan?
3.    Pada Hakekatnya, Seseorang Belumlah Selamat Kalau Hatinya Belum Dirubah Oleh Tuhan.
Yesus berkata dalam ayat 15-17 bahwa ada banyak orang yang kelihatan baik pada hal di dalam hati mereka sangat jelek dan jauh dari Dia. Buah-buah hidup kita adalah tanda bukti bahwa seseorang sudah mengenal Tuhan. Buah itu bukan kegiatan yang dilakukan, melainkan sikap, karakter dan sifat yang sedang dibentuk dan diekmangkan oleh Roh Allah di hati seseorang. Pada waktu kita mengenal Yesus secara pribadi, kita mulai diubah oleh-Nya, kita tidak lagi seperti pohon yang jelek, tetapi menjadi pohon yang baik yang menghasilkan karakter yang baik. Karakter kita yang sedang diubah oleh Tuhan bukan karena usaha kemanusiaan tetapi karena Tuhan yang mengubah kita dari dalam. Seseorang yang berusaha dalam hidupnya untuk mencapai kehidupan yang baik, benar dan sempurna, pada akhirnya akan frustasi dan kecewa sebab ia pasti gagal. Alkitab telah memberitahu bahwa manusia telah mengalami “Total Depravity” – Kehancuran Total Karena Dosa. Roma 3:23 mencatat bahwa Semua orang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tentu saja, seorang murid Kristus akan berbuat baik dan mengikuti serta melakukan kegiatan rohani, bahkan seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna.”Matius 5:48, akan tetapi, hal itu dilakukannya karena hati dan keinginannya sudah diubah melalui pengalaman keselamatan.
ð  Bagaimanakah Seseorang Itu Dapat Mengalami Hidup Yang Dibaharui?
ð  Mengapa Manusia Tidak Mampu Berbuat Baik Dari Dirinya Sendiri?
4.    Hal Utama Dalam Keselamatan Adalah Pengenalan Akan Yesus.
Dalam ayat 23 Yesus menjelaskan bahwa ada soal dengan mereka yang hanya beragama saja. Walaupun mereka sudah berbuat hal-hal yang baik, mereka belum dikenal oleh Yesus. Orang-orang itu belum mempercayakan diri dengan iman kepada Yesus. Barangkali mereka sudah tahu banyak tentang Yesus atau sudah mengerti banyak ayat-ayat Alkitab, tetapi mereka itu belum selamat kalau belum mengenal Yesus secara Pribadi.
Pokok ini dapat dilukiskan sebagai berikut: Rakyat dapat mengetahui banyak tentang Presiden Negara. Mereka bisa melihatnya di TV, membaca mengenai dia di surat-surat kabar atau menyelidiki kebiasaannya melalui orang-orang yang dekat dengan dia. Walaupun mereka sudah belajar banyak mengenai dia, tentu saja belum bolehlah berkata “sudah kenal” kalau belum pernah bertemu dan saling mengenal. Lukisan ini sama dengan maksud Yesus dalam bagian ini. Walupun kita sudah tahu banyak tentang Yesus kita belum terhitung di antara orang-orang selamat kalau kita belum mempunyai hubungan secara pribadi dengan Yesus.
ð  Hal Apakah Yang Dituntut Yesus Agar Seseorang Itu Diselamatkan?
PINTU MANA YANG ANDA PILIH:
ð  Pintu Lebar
ð  Pintu sesak

Jaminan Kepastian Keselamatan


Thursday, October 15, 2009

Apakah Anda Sudah Memiliki Sebuah Jaminan?

Jaminan Yang Pasti © 2008 Por *Templates para Você*